Results 1 to 5 of 5
Thread: Sejarah Singkat Kerajaan Demak
-
12-26-2012, 10:44 AM #1
Sejarah Singkat Kerajaan Demak
KERAJAAN DEMAK
Kerajaan Demakadalah kerajaanIslamterbesar di pantai utara Jawa ("Pasisir"). Menurut tradisi Jawa, Demak sebelumnya merupakan keadipatian(kadipaten) dari kerajaanMajapahit, dan tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam dipulau JawadanIndonesiapada umumnya.
Kerajaan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun1568, kekuasaan Demak beralih keKerajaan Pajangyang didirikan olehJaka Tingkir. Salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Demak ialahMesjid Agung Demak, yang menurut tradisi didirikan olehWalisongo.
Lokasi keraton Demak, yang pada masa itu berada di tepi laut, berada di kampung Bintara (dibaca "Bintoro" dalambahasa Jawa), saat ini telah menjadi kotaDemakdiJawa Tengah. Sebutan kerajaan pada periode ketika beribukota di sana dikenal sebagaiDemak Bintara. Pada masa raja ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto") dan untuk periode ini kerajaan disebutDemak Prawata.
Cikal-bakal
Pada saat kerajaan Majapahit mengalami masa surut, secara praktis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Wilayah-wilayah yang terbagi menjadi kadipaten-kadipaten tersebut saling serang, saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit.
Demak didirikan di perapat terakhir abad ke-15, kemungkinan besar oleh seorang Tionghoa Muslim bernamaCek Ko-po[1]. Kemungkinan besar puteranya adalah orang yang olehTomé PiresdalamSuma Oriental-nya dijuluki "Pate Rodim", mungkin dimaksudkan "Badruddin" atau "Kamaruddin" dan meninggal sekitar tahun 1504. Putera atau adik Rodim, yang bernamaTrengganabertahta dari tahun1505sampai 1518, kemudian dari tahun 1521 sampai 1546. Di antara kedua masa ini yang bertahta adalah iparnya, raja Yunus dariJepara.
Tradisi Jawa menceritakan bahwa pada masa itu, arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati,[rujukan?]yaitu Raden Patah danKi Ageng Pengging. Sementara Raden Patah mendapat dukungan dariWalisongo,Ki Ageng Penggingmendapat dukungan dariSyekh Siti Jenar.
Di bawah Pati Unus
Demak di bawahPati Unusadalah Demak yang berwawasannusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis diMalaka. Dengan adanyaPortugisdi Malaka, kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu.
Di bawah Trenggana
Trengganaberjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawahnya, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebutSunda KelapadariPajajaranserta menghalau tentaraPortugisyang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), danBlambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Panglima perangDemakwaktu itu adalahFatahillah, pemuda asal Pasai(Sumatera), yang juga menjadi menantu rajaTrenggana. Trenggana meninggal pada tahun1546dalam sebuah pertempuran menaklukkanPasuruan, dan kemudian digantikan olehSunan Prawoto
Kemunduran
Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Penunjukannya sebagai sunan ditentang oleh adik Trenggana, yaituPangeran Sekar Seda Lepen. Dalam penumpasan pemberontakan, Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Akan tetapi, pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya dihabisi oleh suruhanArya Penangsang, putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak. Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri, adipatiJepara, dan hal ini menyebabkan adipati-adipati di bawah Demak memusuhiArya Penangsang, salah satunya adalah Adipati Pengging.
Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan olehSutawijaya, anak angkatJoko Tingkir. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan kePajang, dan di sana ia mendirikanKerajaan Pajang.
KERAJAAN PAJANG
Pajang merupakan daerah pengging bekas kerajaan Majapahit. Jaka Tingkir adalah anak dari Kebo Kenanga atau Ki Ageng Pengging. Ki Ageng Pengging adalah bupati di Pengging. Setelah Demak terjadi perang saudara dan Jaka Tingkir lah yang menjadi peredam konflik sebagai pihak ke-3. Setelah kematian Prawoto dan Kalinyamat. Jaka Tingkir menyuruh Ki Ageng Panjawi, Ki Ageng Pemanahan, Ngabei Loring Pasar, dan Juru Martani untuk menyerang Arya Penangsang. Dengan kemenangan tersebut lalu berpindahlah kekuasaan Demak ke Pajang yang dipimpin oleh Jaka Tingkir atau Adiwijaya. Kemudian Ki Ageng Panjawi mendapat kekuasaan di Jepara. Sedangkan Ki Ageng Pemanahan mendapat tanah Mataram yang kelak menjadi penguasa setelah runtuhnyaPajang.Kerajaan Pajangyang dipimpin oleh Adiwijaya berjalan lancar awalnya. Tapi keadaan berubah setelah Ki Ageng Pemanahan yang diberi kekuasaan di tanah Mataram meninggal pada tahun 1575 dan kekuasaan ditanah Mataram digantikan oleh anaknya yaitu Sutawijaya atau Ngabei Loring Pasar.Sultan Pajangtelah memberi hak otonomi kepada Mataram. Tetapi dengan syarat tiap tahun harus sobo kePajangdengan membawa upeti.
Pembangunan benteng dilakukan di Mataram oleh perintah dari Sutawijaya. Dengan sibuk mendirikan benteng, ia lupa sobo kePajang. Sutawijaya memang segan untuk tunduk padaPajang, tapi dia masih takut pada Adiwijaya. Ki Juru Martani membujuk agar Sutawijaya mau sobo kePajang. Tapi Sutawijaya tidak memperdulikannya, bahkan Sutawijaya memerintahkan rakyat Mataram untuk mencegat orang-orang Kedu dan Bagelan yang membawa upeti untuk Pajang. Malah Sutawijaya yang menerima upeti dan mengajak mereka berpesta. Mendengar hal tersebut, Adiwijaya merasa marah dan beliau mengirimkan Ki Wilamarta dan Wuragil untuk memanggil Sutawijaya dengan pesan agar Sutawijaya berhenti makan minum dan mencukur rambutnya. Tapi dengan bengalnya Sutawijaya menjawab “katakana pada sultan Pajang bahwa aku masih doyan makan dan minum, tentang perintah cukur, katakana bahwa rambut itu tumbuh sendiri. Tentang sobo, katakana bahwa saya akan datang menghadap!”. Adiwijaya merasa sangat marah pada sikap Sutawijaya, tapi hal ini tidak membuat Adiwijaya berniat langsung menggempur Mataram. Lalu dipihak lain Raden Pabelan, putra bupati Mayang ketahuan mesum dengan putri sekar kedaton. Lalu mendapat hukuman mati dan dibuang ke Semarang. Mendengar hal tersebut Sutawijaya tidak terima bahwa iparnya akan dihukum mati. Lalu Sutawijaya mwngirimkan pasukan untuk mencegat dan membawa pulang Raden Pabelan.
Adiwijaya murka terhadap tindakan Sutawijaya, perang harus dilakukan, Mataram akan digempur oleh Pajang tahun 1582. Tetapi pasukanPajangyang dipimpin Adiwijaya terhenti di Prambanan karena Adiwijaya sakit. Pasukan diperintahkan pulang ke Pajang, tetapi di buntuti oleh Sutawijaya dan pasukannya. Akhirnya mereka semua dihancurkan. Selepas Adiwijaya sakit, lalu sultan Adiwijaya meninggal. Dan kembali terjadi keributan tahta, pangeran Benowo yang merupakan putra Adiwijaya mungkin bisa menjadi sultan, tapi dia hanyalah putra dari selir atas perkawinannya dengan putri Trenggana, Adiwijaya memiliki seorang putri yang dinikahi oleh adipati Demak.
Atas usulan dari Sunan Kudus, adipati Demak mendapat tahta atas Demak. Sedangkan Benowo menjadi adipati Jipang. Benowo merasa diperlakukan tidak adil, dia meminta bantuan kepada Sutawijaya untuk menyerang adipati Demak sehingga kekuasaanPajangada pada tangannya. Sutawijaya mengiyakan dengan perjanjian antara mereka berdua yaitu semua hak dari Benowo akan diberikan kepada Sutawijaya. Akhirnya adipati Demak dapat diringkus dan dipulangkan ke Demak. Mulai saat itu Pajang mengalami kekosongan kekuasaan, Sutawijaya yang berhak atasPajangtidak mau menetap diPajangkarena dia juga sudah memiliki keraton sendiri di Mataram.
AkhirnyaPajangditinggalkan dan tidak diurusi lagi, Benowo menjadi bawahan dari Sutawijaya. Dan Sutawijaya menjadi sultan di Mataram. Mataram merdeka dan menjadi kasultanan yang berdaulat pada tahun 1586 dengan sultannya yaitu Sutawijaya dengan gelar Senopti Ing alaga Saidin Panatagama atau kadang disebut Panembahan Senopati. BerakhirlahPajangdan dimulainya pemerintahan Mataram Islam.
Newbie tidak menolak Cendol.
Budayakanlah klik "THANKS"......
-
12-26-2012, 11:03 AM #2
pengkhianatan selalu jadi masalah
Posted via dekills Mobile Device
-
12-26-2012, 11:13 AM #3
berbagai bentuk pengkhianatan tampaknya sangat akrab dengan perjalanan bangsa ini suhu....
-
12-26-2012, 11:19 AM #4
dari jaman majapahit - mataram baru suhu
Posted via dekills Mobile Device
-
12-26-2012, 11:26 AM #5
Dalam tubuh mataram sendiri banyak pengkhianatan yang dilakukan oleh kerabat keraton mataram sendiri. anatara lain Perang Diponegoro atau javanese oorlog,pemberontakan trunajaya,perjuangan untung surapati,perseteruan antara pangeran puger dengan Amangkurat II dan lain-lain.hingga di era modern seperti peristiwa G 30 S, proses reformasi, sampai kasus century dan hambalang sekarang ini yang lagi anget....














.gif)


baru.gif)




.gif)

.gif)






Bookmarks